Turki Larang Warganya Bepergian ke AS, Ada Apa?

Foto: Ilustrasi

RedaksiIslam.com, Ankara – Pemerintah Turki baru-baru ini memperingatkan warganya untuk tidak bepergian —atau berhati-hati jika terpaksa bepergian— ke Amerika Serikat. Peringatan ini dikeluarkan karena warga Turki akan menghadapi risiko penangkapan sewenang-wenang di Negara tersebut.

Peringatan bepergian ke Paman Syam ini dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Turki setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan serupa pekan ini. AS mengingatkan warganya yang ingin mengunjungi Turki untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut karena ada ancaman serangan “terorisme dan penangkapan sewenang-wenang.”

Hubungan antara Ankara dan Washington, anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan koalisi anti ISIS, kembali tegang setelah AS menangkap bankir Turki di AS terkait pelanggaran sanksi terhadap Iran. Turki menduga penangkapan warganya itu bermotif politik.

“Warga Turki yang bepergian ke Amerika Serikat berisiko menghadapi penangkapan sewenang-wenang berdasarkan sumber yang dapat dipercaya,” kata peryataan Menteri Luar Negeri Turki, Kamis lalu.

Ankara mengatakan, penangkapan bankir Turki Mohammed Khaklan Attallah dilakukan berdasarkan bukti palsu yang didukung oleh Fethullah Gulen, yang oleh rezim Turki dianggap otak upaya kudeta gagal pada 2016. Gulen sendiri berada di AS dan mendapat suaka politik dari Negara itu.

Perdana Menteri Turki Ben Ali Yildirim mengatakan kepada wartawan setelah shalat Jumat (Jumat, 12 Januari 2018) bahwa peringatan larangan perjalanan ke Turki yang dikeluarkan AS dapat merusak hubungan diplomatic.

“Pernyataan bahwa ‘Turki bukanlah negara yang aman’ tidak menguntungkan hubungan kedua negara,” katanya.

Menteri Luar Negeri Turki Mouloud Zhaoshoglu mengatakan bahwa dia akan membahas masalah ini dengan koleganya dari AS Rex Tilerson. Zhaoshoglu saat ini berada di Los Angeles dan akan bertemu dengan Tilerson di sela-sela sebuah konferensi di Vancouver.

“Sekutu yang menerbitkan peringatan perjalanan tentang kita tidak berbahaya, tapi kita akan membahasnya dengan Tilerson di Vancouver,” kata Zhaooshoglu saat berbicara di konsulat Turki di Los Angeles.

Sumber: Reuters Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Dipersembahkan oleh : RedaksiIslam.com

Bagikan ke teman-temanmu yuk…

Add Comment

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==