Trump Disebut Tak Punya Argumen di Hadapan Iran

Washington,RedaksiIslam.com-Mantan konsultan Gedung Putih menyatakan, Donald Trump tak memiliki argumen atas klaimnya soal pelanggaran JCPOA oleh Iran. Menurut Frank van Hippel yang juga seorang fisikawan di Universitas Princeton ini, krisis Korut menunjukkan bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran harus dipertahankan.

Dalam wawancara eksklusif dengan IRNA, Von Hippel mengungkapkan, pada tahun 1994 Amerika pernah membuat kesepakatan dengan Korut agar negara Asia itu menghentikan program nuklirnya. Namun, pemerintahan Bush melakukan kesalahan dengan melanggar kesepakatan tersebut.

“Benar bahwa Korut telah melanggar kesepakatan itu. Namun pelanggaran itu masih bisa diselesaikan melalui perundingan. Namun, pemerintahan Bush tidak melakukannya,”kata Von Hippel.

Dia menambahkan,“Saya pikir, JCPOA bisa menghilangkan kekhawatiran soal program nuklir Iran untuk 10-15 tahun ke depan. Saya benar-benar tidak mengerti kenapa sejumlah pihak di Amerika berniat melanggar JCPOA hanya dengan dalih masalah Korut.”

Von Hippel berpendapat, tidak ada bukti kuat bahwa Iran melanggar ketentuan dalam JCPOA. Menurutnya, strategi Trump adalah memprovokasi Iran untuk keluar dari kesepakatan ini, hingga dia bisa mengklaim bahwa Iran adalah pihak yang bersalah.

“Andai saya masih menjabat konsultan Gedung Putih, saya akan menyarankan Trump untuk mempertahankan JCPOA dan memilih jalan perundingan. Tidak logis bahwa hanya karena JCPOA dibuat oleh Obama, maka kesepakatan ini harus dibubarkan,”pungkasnya. (af/irna)

SHARE THIS:

Dipersembahkan oleh : RedaksiIslam.com

Bagikan ke teman-temanmu yuk…

Add Comment

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==