Apa Kabar Ulama Saudi yang Puji Trump Pembawa Perdamaian?

Rabu, 13 Desember 2017

RIYADH, RedaksiIslam.com – Hari ini, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diklaim mematuhi keinginanan para donor dan pendukung Yahudinya dengan mendeklarasikan bahwa AS mengakui daerah Pendudukan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sikap dari Imam masjidil Haram Abdulrahman al-Sudais yang pernah mengeluarkan puja-puji untuk Presiden AS itu bahkan menyebutnya sebagai “Duta Besar Perdamaian” kembali diulik untuk dipertanyakan.

Trump mengambil keputusan yang keterlaluan dan sangat provokatif dengan mengakui wilayah Yerusalem, sebuah kota dengan status quo PBB yang dianggap suci bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi, sebagai ibukota Israel dan juga memerintahkan untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem meskipun ada peringatan dari Raja Saudi Salman dan pemimpin Muslim lainnya.

“Sebagai Imam Masjidil Haram, Sheikh Abdulrahman as-Sudais seharusnya pantas mendapat penghargaan tertinggi, tapi apa yang akan dia katakan sekarang tentang Trump yang pernah dia puji sebagai Duta Besar Perdamaian tiga bulan yang lalu?” kata Saad Alshaya, dalam sebuah pesan yang diedarkan di media sosial.

Ada juga pengguna twitter yang menyebut bahwa Sudeis memalukan karena pernah menyatakan bahwa masalah Yerusalem adalah masalah internal Israel dan bahwa Arab Saudi tidak ikut campur masalah internal negara lain, padahal kerajaan itu telah membombardir Yaman selama tiga tahun.

Ungkapan kekesalan para netizen ini merujuk pada sebuah wawancara terhadap Sheikh As-Sudais yang disiarkan saluran TV Al Ekhbariya saat berkunjung ke New York pada bulan September tahun ini.

Setelah memuji presiden Amerika dalam wawancara tersebut, Imam masjidil Haram Sheikh as-Sudais mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Arab Saudi “mengarahkan dunia menuju perdamaian”.

Sudais mengklaim bahwa Arab Saudi dan Amerika Serikat adalah “pusat paling berpengaruh di dunia”, mengatakan bahwa kedua negara “mengarahkan dunia dan kemanusiaan kearah dermaga keamanan, perdamaian dan kemakmuran.”

Al Ekhbariya saat itu mewawancarai Sheikh as-Sudais di sela-sela konferensi tentang ‘Komunikasi peradaban antara Amerika Serikat dan Dunia Islam’, yang diselenggarakan oleh Liga Dunia Muslim di New York pada bulan September 2017.

Wawancara tersebut telah menimbulkan kegemparan di media sosial segera setelah disiarkan.

“Kami menghargai dan menghormati Sudais, tapi yang dia katakan, jujur saja, harus dibuang ke tempat sampah terdekat,” kata seorang pengguna twitter.

Memanasnya isu Trump dan Yerusalem, serta beredar kuatnya keterlibatan Bin Salman, putra Mahkota Arab Saudi dengan pengakuan sepihak Trump tersebut membuat Netizen kini kembali mencari-cari jawaban dari as-Sudais sejak awal setelah deklarasi Trump pada hari Rabu tanggal 06 Desember yang memicu kecaman oleh para pemimpin dunia dan demonstrasi di berbagai tempat di Timur Tengah, dan dunia itu, hingga saat ini. (ARN)

Dipersembahkan oleh : RedaksiIslam.com

Bagikan ke teman-temanmu yuk…

Add Comment

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==