Adab Makan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

Cara makan Rasulullah, masih belum banyak kaum muslimin yang mempratikkan. Sebagai manusia, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga memiliki kebutuhan untuk makan dan minum. Bedanya, Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam punya cara makan yang berlandaskan tuntunan dari Allah Subhana Wa Ta’ala. Gaya hidup Rasulullah ini lazim diikuti kaum Muslimin dari masa sahabat hingga kini.

Allah Ta’ala berfirman :

“Wahai para rasul, makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mukminun: 51).

Nabi tidak pernah mencela makanan. Ditukil dari Syarah Shahih al-Bukhari yang ditulis Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsmaini, Rasulullah akan menyantap makanan jika dia berselera. Jika tidak suka, dia meninggalkannya. Nabi pun kerap memuliakan makanan.

Nabi mengajarkan kepada kita untuk membaca basmalah dan menggunakan tangan kanan. Tak hanya itu, Nabi mencontohkan agar memakan makanan yang paling dekat saat makan bersama dengan nampan. Ini sesuai dengan apa yang diajarkan kepada Umar bin Abu Salamah.

“Semasa kecil aku diasuh oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (pada saat makan bersama) tanganku bergerak ke sana kemari di atas nampan. Maka, beliau bersabda kepadaku, “Wahai anakku, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat darimu.”

Ketika makan daging, Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam memotong daging bagian punggung kambing yang dipegang dengan pisau. Syekh Utsmaini menjelaskan, Nabi Saw menggunakan pisau untuk memotong daging karena daging itu terlalu keras. Dia tak bisa langsung menggigit.

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pun mengajarkan kepada kita untuk tak berlebihan saat makan. Rasulullah menganalogikan hal ini dengan ungkapan jika orang mukmin makan dalam satu usus sementara orang kafir dalam tujuh usus. Ulama berbeda pendapat dengan hadis yang juga diriwayatkan Imam Muslim ini.

Syekh Utsmani menjelaskan, setidaknya ada tiga pendapat berbeda mengenai masalah ini. Pertama, hadis ini bermakna metaforik. Nabi hendak menunjuk karakter mukmin sejati yang tidak rakus harta dunia. Seorang mukmin hanya sedikit mengambil harta dunia digambarkan memakan hanya dalam upaya memenuhi satu usus. Sementara, orang kafir yang serakah digambarkan akan memenuhi tujuh ususnya.

Pendapat kedua, orang mukmin memakan makanan halal, sedangkan orang kafir memakan makanan haram. Makanan halal sangat sedikit jika dibanding dengan makanan haram. Sementara, pendapat ketiga menjelaskan, hadis itu lebih pada upaya penyadaran dan dorongan untuk orang mukmin agar sedikit makan, mengingat banyak makan adalah karakter orang kafir.

“Dan orang-orang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan.” (QS Muhammad: 12).

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pun melarang kita untuk makan dengan piring-piring emas dan perak. Menurut Hudzaifah RA, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan jika piring-piring itu untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk umat Islam di akhirat. Dalam hadis lain, Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pun mengancam orang-orang yang meminum dengan bejana perak seakan api neraka jahanam dituangkan di dalam perutnya. Syekh Utsmani menjelaskan, hikmah dari hadis tersebut adalah makan dan minum dengan bejana emas dan perak dapat menjadikan hati manusia sombong dan congkak. Jika mereka terjangkit penyakit ini, dia diharamkan masuk ke dalam surga.

Setelah selesai makan, Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam mengajarkan kepada kita untuk menjilati tangan hingga bersih. Dari Ka’ab bin Malik dari bapaknya beliau mengatakan,

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR Muslim No 2032 dan lainnya)

Lantas, Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam berdoa,”Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, indah dan penuh berkah seraya tidak merasa cukup dengan selain-Mu, tidak pula mengingkari nikmat-nikmat Mu dan tidak juga merasa tidak butuh dengan karunia Mu, wahai Rabb-ku.” Wallahu a’lam.

Sumber : republika.co.id

Dipersembahkan oleh : RedaksiIslam.com

Bagikan ke teman-temanmu yuk…

Add Comment

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==